Kita semua pernah mengalaminya. Anda melihat hasil AI yang menakjubkan di internet—gambar fotorealistis, ilustrasi vektor yang rumit, atau desain logo yang unik.
Penuh semangat, Anda membuka Midjourney, DALL-E, atau Canva Magic Media. Anda mengetik: "Sebuah logo keren untuk kedai kopi."
Hasilnya? Generik. Aneh. Tipo-nya tidak terbaca. Gambarnya tidak bisa dipakai.
Apa yang salah?
Selamat datang di dunia Prompt Engineering. Masalahnya, AI Image Generator bukanlah "pembaca pikiran". Mereka adalah alat teknis yang sangat literal. Untuk mendapatkan hasil profesional, Anda perlu berbicara dalam bahasa mereka.
Bagi desainer grafis, prompting bukan sekadar meminta gambar. Ini adalah tentang mengarahkan seni (art direction). Anda tidak bisa hanya bilang "apa", Anda harus menjelaskan "bagaimana"—secara spesifik.
Mari kita bongkar rahasia prompting yang membedakan hasil amatir dan hasil berkualitas studio.
Rahasia #1: "Prompt Biasa" vs "Prompt Desainer"
Perbedaan terbesarnya ada di sini. Orang biasa fokus pada objek. Desainer fokus pada eksekusi.
- Prompt Biasa:
Seekor anjing lucu pakai kacamata.
Hasil: Generik, bisa foto, bisa kartun. Tidak ada kontrol. - Prompt Desainer:
Ilustrasi vektor, gaya flat design, seekor anjing golden retriever tersenyum, mengenakan kacamata hitam, palet warna pastel (pink, biru muda), latar belakang solid, ikon untuk website.
Hasil: Spesifik, fungsional, dan siap pakai untuk kebutuhan desain.
Lihat bedanya? Desainer memasukkan Gaya, Teknik, Palet Warna, dan Tujuan Penggunaan ke dalam prompt.
Rahasia #2: Gunakan Kosakata "Direktur Seni"
AI dilatih menggunakan jutaan gambar yang diberi label teknis dari dunia seni rupa, fotografi, dan sinema. Gunakan istilah-istilah itu!
Alih-alih bilang "foto", coba gunakan istilah ini:
Untuk Komposisi:
Full body shotMedium shotExtreme close-upLow-angle shot(bidikan dari bawah)Top-down shot(flat lay)Symmetrical(simetris)
Untuk Pencahayaan (Lighting):
Golden hour lighting(cahaya senja)Soft studio lightingDramatic backlighting(cahaya dari belakang)Neon lightingCinematic lighting
Untuk "Lensa" Kamera:
Bokeh background(latar blur)Wide-angle lens(lensa lebar)Telephoto lensFisheye perspective
Contoh Prompt:
Seorang wanita, dramatic backlighting, close-up shot, bokeh background
JAUH lebih baik daripada Foto seorang wanita.
Rahasia #3: Tentukan "Render Engine" dan Medium
Bagaimana gambar ini "dibuat"? Apakah ini foto? Lukisan? 3D? AI perlu tahu mediumnya.
Untuk Gaya Digital/3D:
Untuk Gaya Ilustrasi:
Flat illustrationVector artGeometric styleLine artTechnical drawingInfographic style
Untuk Gaya Tradisional:
Oil painting(lukisan cat minyak)Watercolor(cat air)Charcoal sketch(sketsa arang)Woodblock print(ukiran kayu)
Contoh Prompt:
Vector illustration sebuah mobil, flat design, line art tebal.
Rahasia #4: Kontrol "Kekacauan" dengan Parameter Teknis
Hampir semua tool AI punya "parameter" atau perintah teknis untuk mengontrol hasil akhir. Ini adalah "tombol rahasia" Anda. (Contoh ini banyak dari Midjourney, tapi konsepnya universal).
- Aspect Ratio (Paling Penting!): Jangan biarkan AI memberi Anda gambar kotak 1:1 jika Anda butuh untuk Instagram Story.
Perintah:--ar 16:9(untuk hero image website),--ar 9:16(untuk Story/Reels),--ar 1:1(untuk post IG). - Negative Prompt (Penolakan): Apa yang TIDAK Anda inginkan?
Perintah:--no text(jangan ada tulisan),--no hands(jika tangannya aneh),--no color(untuk hitam-putih). - Stylize (Stilisasi): Seberapa "kreatif" AI boleh bertindak?
Perintah:--s 0(patuh pada prompt),--s 1000(sangat artistik).
Studi Kasus: Menyatukan Semuanya
Mari kita buat hero image untuk website klien yang menjual madu organik.
Prompt Buruk:
Madu di atas meja.
Prompt Desainer Profesional:
Foto produk komersial, close-up shot, setoples madu organik bening, golden hour lighting dari samping, bokeh background taman yang hijau subur, madu terlihat kental menetes dari sendok madu kayu, cinematic, --ar 16:9
Dengan prompt kedua, Anda tidak hanya mendapatkan "gambar madu", Anda mendapatkan sebuah cerita—alami, hangat, premium, dan dalam layout yang tepat untuk banner website.
Kesimpulan
Prompt Engineering untuk desainer bukanlah tentang trik, tapi tentang presisi. Ini adalah cara baru untuk menerapkan dasar-dasar desain—komposisi, warna, cahaya, dan gaya—ke dalam alat yang baru.
AI tidak akan menggantikan desainer yang hebat. Tapi, AI akan menggantikan desainer yang menolak untuk belajar "berbicara" dengannya.
Apa prompt andalan Anda? Atau apa tantangan prompting terberat yang pernah Anda hadapi? Bagikan di kolom komentar di bawah!

Komentar
Posting Komentar