Review: 5 Tools AI (Selain Midjourney) yang Wajib Dicoba Desainer

Saat kita bicara soal "AI untuk Desainer", 99% percakapan langsung tertuju pada Midjourney, DALL-E, atau Stable Diffusion. Mereka luar biasa untuk menciptakan gambar dari nol.

Tapi... bagaimana dengan sisa pekerjaan kita?

Pekerjaan desainer bukan hanya mencipta. Pekerjaan kita adalah membersihkan background, mencari palet warna yang pas, mengubah ukuran gambar klien yang burik, dan membuat wireframe dengan cepat.

Kenyataannya, alat AI yang paling berguna sehari-hari bukanlah alat "blockbuster" itu. Alat AI terbaik adalah "asisten" kecil dan spesifik yang mempercepat workflow kita yang membosankan.

Jika Anda ingin benar-benar produktif, lupakan Midjourney sejenak. Ini adalah 5 tool AI (yang mungkin belum Anda dengar) yang wajib dicoba oleh setiap desainer "Sintaks Logis".


1. Uizard: AI untuk "Malas Wireframing"

  • Apa Ini? Uizard adalah tool UI/UX bertenaga AI. Kekuatan supernya: Anda bisa menggambar sketsa (coretan) UI/UX di kertas, memfotonya, dan Uizard akan secara ajaib mengubahnya menjadi mockup digital dan wireframe yang rapi di Figma atau Sketch.

  • Mengapa Wajib Dicoba? Ini membunuh "sindrom halaman kosong". Anda bisa melakukan brainstorming ide layout website atau aplikasi dengan sangat cepat. Dari serbet makan ke prototipe Figma dalam 5 menit.

  • Kekurangan: Hasilnya tidak 100% sempurna dan perlu dipoles. Tapi sebagai titik awal, ini menghemat berjam-jam kerja.

  • Pilar Keahlian: UI/UX, Web Desain, Workflow

2. Khroma: AI untuk Palet Warna yang "Mengerti" Anda

  • Apa Ini? Khroma bukanlah generator palet warna biasa. Ini adalah "kurator" palet bertenaga AI.

  • Mengapa Wajib Dicoba? Cara kerjanya jenius. Pertama, Anda "melatih" AI-nya dengan memilih 50 warna yang Anda sukai. Kemudian, AI mempelajari selera Anda dan menghasilkan ribuan kombinasi palet warna tak terbatas yang dijamin sesuai dengan gaya pribadi Anda. Anda bisa memfilternya berdasarkan keyword (misal: "modern", "gelap") atau format (duotone, gradien, dll).

  • Kekurangan: Anda bisa "tersesat" saking banyaknya pilihan bagus.

  • Pilar Keahlian: Desain Grafis, UI/UX, Branding

3. Remove.bg (atau Canva Magic Eraser): AI untuk Hapus Background

  • Apa Ini? Sesuai namanya. Anda drag-and-drop sebuah foto, dan dalam 5 detik, AI akan menghapus background-nya dengan presisi yang seringkali lebih baik daripada Pen Tool manual.

  • Mengapa Wajib Dicoba? Ini adalah penghemat waktu terbesar di daftar ini. Pekerjaan "kuli" yang dulu memakan waktu 15-30 menit (misal: menyeleksi rambut) kini selesai dalam 5 detik. Sempurna untuk foto produk e-commerce atau mengganti latar foto portret.

  • Kekurangan: Kadang-kadang masih kesulitan dengan objek transparan (kaca) atau rambut yang sangat kompleks, tapi 95% kasus berhasil dengan sempurna.

  • Pilar Keahlian: Desain Grafis, Fotografi, Workflow

4. Let's Enhance (atau Gigapixel AI): AI untuk Gambar Burik

  • Apa Ini? Ini adalah image upscaler (pembesar gambar) bertenaga AI.

  • Mengapa Wajib Dicoba? Kita semua pernah mengalaminya. Klien mengirim logo mereka dalam format .jpg burik berukuran 100x100 piksel dan berkata, "Tolong pasang ini di banner besar." Dulu, jawabannya adalah "Tidak bisa, pecah." Sekarang, Anda bisa memasukkan gambar burik itu ke Let's Enhance, dan AI akan "menebak" dan "menggambar ulang" piksel yang hilang, memberi Anda versi 4x atau 8x lebih besar yang terlihat tajam.

  • Kekurangan: Jika gambar aslinya terlalu hancur, hasilnya bisa terlihat "artificial" atau "plastik".

  • Pilar Keahlian: Desain Grafis, Restorasi Foto, Utility

5. Looka: AI untuk Brainstorming Logo

  • Apa Ini? Looka adalah AI generator logo dan brand identity.

  • Mengapa Wajib Dicoba? PERINGATAN: Bukan untuk menggantikan Anda sebagai desainer logo! (Ingat artikel Debat Etika Logo AI). Tapi ini adalah tool brainstorming terbaik di dunia. Saat Anda buntu, Anda bisa memasukkan nama klien dan industrinya, dan Looka akan menghasilkan 200 ide logo dalam 30 detik. Anda bisa melihat tren, kombinasi font, dan palet warna yang mungkin tidak terpikirkan oleh Anda, lalu gunakan itu sebagai "pemicu" untuk desain orisinal Anda sendiri.

  • Kekurangan: Hasilnya bisa sangat generik jika dipakai mentah-mentah.

  • Pilar Keahlian: Branding, Logo Desain, Workflow


Kesimpulan

Masa depan desain AI bukanlah tentang satu tool "dewa" yang melakukan segalanya.

Masa depan adalah tentang workflow yang cerdas. Desainer profesional adalah seorang "Chef" yang tahu tool spesifik apa yang harus digunakan untuk setiap pekerjaan. AI (seperti 5 tool di atas) adalah "asisten" Anda yang paling cepat, yang memotong bawang (Remove.bg) dan menyiapkan bahan (Khroma) sehingga Anda bisa fokus pada hal terpenting: menciptakan rasa (kreativitas).


Tool AI (selain Midjourney) apa yang jadi andalan Anda? Apakah ada tool keren yang saya lewatkan? Bagikan di kolom komentar!

Komentar