Ini adalah pertanyaan abadi yang dihadapi setiap desainer grafis: "Di mana saya harus memajang karya saya untuk mendapatkan klien?"
Di satu sudut, kita punya Behance (milik Adobe). Raksasa sosial media desain, tempat jutaan desainer memamerkan karya dan art director mencari talenta baru. Gratis, mudah, dan penuh inspirasi.
Di sudut lain, kita punya Website Portofolio Sendiri. Kanvas kosong Anda (.com pribadi Anda). Profesional, eksklusif, dan 100% di bawah kendali Anda.
Banyak desainer pemula berpikir mereka harus memilih salah satu. Atau, mereka hanya memajang di Behance karena "gratis" dan "gampang". Ini adalah pemikiran yang keliru.
Kenyataannya, keduanya memiliki tujuan strategis yang sangat berbeda. Bertanya mana yang lebih baik itu seperti bertanya, "Mana yang lebih baik, kartu nama atau kantor?" Anda butuh keduanya.
Mari kita bedah kelebihan, kekurangan, dan (yang paling penting) strategi mana yang sebenarnya menghasilkan klien.
1. Behance: "Panggung Pameran" Anda
Behance bukanlah portofolio Anda; Behance adalah panggung pameran Anda. Ini adalah tempat Anda bergaul dengan desainer lain dan "ditemukan" oleh orang-orang yang sudah ada di dalam ekosistem Behance.
Kelebihan (Pros):
- Gratis & Mudah: Tidak perlu coding atau hosting. Anda bisa punya portofolio yang terlihat profesional dalam satu jam.
- Trafik Bawaan (Discovery): Ini adalah kekuatan terbesarnya. Karya Anda bisa di-"Appreciate" (disukai), masuk galeri kurasi, dan dilihat oleh ribuan orang (kebanyakan desainer lain dan art director).
- Standar Industri: Banyak agensi besar dan recruiter menggunakan Behance untuk mencari talenta baru.
- Bukti Sosial (Social Proof): Jumlah "Appreciates" dan views yang tinggi bisa membangun kredibilitas instan.
Kekurangan (Cons):
- "Samudra Merah" (Penuh Pesaing): Di samping proyek Anda, ada proyek desainer lain yang mungkin lebih baik. Klien bisa dengan mudah terdistraksi.
- Tidak Ada Branding Sejati: Anda tidak membangun brand "Sintaks Logis". Anda membangun brand Behance. Semua terlihat seragam.
- Bukan Aset SEO Anda: Saat orang mencari "Desainer Logo Jakarta", yang muncul di Google adalah Behance.net, bukan Anda. Anda membantu SEO Behance, bukan SEO Anda sendiri.
- Target Audiens: Kebanyakan pengunjungnya adalah desainer lain, bukan pemilik bisnis (klien) yang mencari solusi.
Vonis untuk Klien: Behance sangat bagus untuk ditemukan oleh Art Director atau Recruiter yang secara spesifik mencari talenta baru di dalam platform tersebut.
2. Website Sendiri: "Kantor Pusat" Profesional Anda
Ini adalah portofolio-anda.com. Ini adalah markas bisnis Anda. Ini adalah tempat di mana closing deal terjadi.
Kelebihan (Pros):
- Kontrol 100% (Branding): Inilah brand Anda. Anda yang menentukan layout (mungkin pakai [Flexbox & Grid yang kita pelajari]), warna, dan pengalaman pengguna. Tidak ada iklan pesaing.
- Kredibilitas & Kepercayaan Tertinggi: Memiliki domain sendiri menunjukkan bahwa Anda serius. Ini adalah perbedaan antara
info.sintakslogis@gmail.comdanhalo@sintakslogis.com. - ASET SEO JANGKA PANJANG: Ini adalah kekuatan super Anda. Dengan blog (seperti yang sedang Anda baca ini!), Anda bisa menarik klien dari Google. Saat orang mencari "Tutorial Animasi CSS" atau "Jasa Desain Logo Profesional", website Anda yang akan muncul.
- Fokus pada Konversi: Tidak ada distraksi. Satu-satunya call-to-action (CTA) di halaman itu adalah "Hubungi Saya"—yang mengarah ke [formulir kontak PHP Anda yang aman].
Kekurangan (Cons):
- Butuh Usaha: Anda harus membuatnya (atau membeli template). Anda butuh [keamanan HTTPS].
- Biaya (Minimal): Anda perlu membayar domain dan hosting (meskipun sangat murah).
- Tidak Ada Trafik Awal: Anda memulai dari nol. Anda harus membangun trafik Anda sendiri (biasanya melalui SEO, media sosial, atau Behance!).
Vonis untuk Klien: Website sendiri adalah alat konversi terbaik. Ini menarik klien dari Google (klien "organik") dan memberi mereka kepercayaan penuh untuk mempekerjakan Anda.
Jadi, Mana yang Lebih Menghasilkan Klien?
Ini jawabannya:
- Behance lebih baik untuk mendapatkan eksposur di industri kreatif.
- Website Sendiri lebih baik untuk mengubah (konversi) prospek menjadi klien yang membayar.
Klien yang menemukan Anda di Behance mungkin adalah Art Director. Klien yang menemukan Anda di Google (karena website Anda) seringkali adalah Pemilik Bisnis—jenis klien yang paling berharga.
Strategi profesionalnya bukanlah "ATAU", melainkan "DAN".
Strategi "Sintaks Logis": Cara Menggunakan Keduanya
Gunakan strategi "Hub and Spoke" (Pusat dan Jari-jari).
Behance adalah "Jari-jari" (Spoke) Anda:
- Posting 5-10 studi kasus proyek terbaik Anda di Behance. Buat sebagus mungkin.
- Di setiap akhir proyek, jangan hanya bilang "Terima kasih".
- Tulis Call-to-Action yang jelas: "Tertarik bekerja sama? Lihat studi kasus lengkap dan layanan saya di website resmi saya: www.sintakslogis.com"
- Taruh
www.sintakslogis.comdi bio profil Anda.
Website Sendiri adalah "Pusat" (Hub) Anda:
- Ini adalah "rumah" Anda. Semua trafik (dari Behance, LinkedIn, Instagram) harus diarahkan ke sini.
- Di sinilah Anda memuat studi kasus lengkap Anda.
- Di sinilah Anda menunjukkan otoritas Anda (dengan blog tutorial Anda!).
- Di sinilah satu-satunya tempat klien bisa menghubungi Anda (formulir kontak Anda).
Gunakan Behance untuk "menjaring" ikan (eksposur), dan gunakan website Anda untuk "memasak" ikan itu (konversi).
Kesimpulan
Berhenti berpikir Behance adalah portofolio akhir Anda. Behance adalah "brosur" Anda. Website Anda adalah "kantor" Anda.
Klien profesional ingin mengunjungi kantor Anda sebelum mereka menandatangani kontrak.
Bagaimana Anda menggunakan portofolio Anda saat ini? Apakah Anda mengandalkan Behance atau sudah punya website sendiri? Bagikan di kolom komentar!

Komentar
Posting Komentar