Panduan: Cara Membuat & Menjual Aset Vektor (via AI) di Adobe Stock / Freepik

 

Di satu sisi, Anda punya tool AI generatif (seperti Midjourney, DALL-E, atau Canva) yang bisa menghasilkan 100 ide ilustrasi dalam 10 menit. Di sisi lain, Anda punya platform microstock (seperti Adobe Stock & Freepik) yang membayar Anda untuk setiap unduhan aset.

Secara alami, kita semua berpikir: "Bagaimana jika saya gabungkan keduanya? Saya bisa jadi pabrik aset digital!"

Tahan dulu. Idenya bagus, tapi prosesnya tidak semudah prompt -> unggah -> dapat uang.

Platform microstock punya standar kualitas yang sangat tinggi, terutama untuk file vektor. Sedangkan AI generatif 99% menghasilkan gambar raster (piksel/JPG/PNG).

Jadi, bagaimana Anda menjembatani kesenjangan ini? Dan yang lebih penting, apakah ini diizinkan?

Mari kita bedah alur kerja (workflow) lengkap dan aturan mainnya.


Bagian 1: Aturan Main – Apakah Ini Diizinkan?

Jawaban singkat: YA, TETAPI...

Ini adalah bagian terpentING. Jangan sampai akun Anda di-banned karena melanggar aturan.

1. Isu Hak Cipta (Copyright):

Secara hukum, ini masih "wilayah abu-abu" di banyak negara. Namun, sebagian besar gambar yang dibuat AI (jika tidak didasarkan pada karya berhak cipta lain) dianggap public domain. Tapi, kita tidak peduli hukum global, kita peduli hukum platform.

2. Aturan Platform (Per November 2025):

  • Adobe Stock:
    • Menerima konten yang dibuat AI (foto, ilustrasi, vektor).
    • SYARAT WAJIB: Anda HARUS mencentang kotak "Dibuat menggunakan alat AI generatif" saat mengunggah.
    • Anda HARUS memiliki izin untuk menggunakan gambar referensi (jika Anda pakai image-to-image).
    • Mereka MELARANG prompt yang menyebut nama artis lain (misal: "gaya Greg Rutkowski") atau brand (misal: "gaya Disney").
  • Freepik:
    • Menerima konten yang dibuat AI.
    • SYARAT WAJIB: Sama seperti Adobe, Anda HARUS memberi label bahwa itu adalah gambar buatan AI.
    • Freepik sangat ketat: jika Anda menggabungkan AI dan karya Anda sendiri (misal: 3D + AI), Anda tetap harus memberinya label AI.

Intinya: Platform tidak anti-AI. Mereka hanya menuntut KEJUJURAN (transparansi) agar pembeli tahu apa yang mereka dapatkan.


Bagian 2: Tantangan Terbesar: Raster vs. Vektor

Ini adalah rintangan teknisnya.

  • AI (Midjourney, DALL-E) memberi Anda file Raster (.png). Ini adalah gambar berbasis piksel. Jika diperbesar, akan pecah.
  • Microstock untuk ilustrasi menuntut file Vektor (.eps / .ai / .svg). Ini adalah gambar berbasis matematika (garis dan titik). Bisa diperbesar tanpa batas dan tidak akan pecah.

Anda tidak bisa "menyimpan sebagai" .png ke .eps. Anda harus mengubah piksel menjadi garis. Proses ini disebut Tracing (Jejak).


Bagian 3: Workflow – Dari Prompt Menjadi File .EPS

Ini adalah alur kerja profesional untuk membuat aset vektor AI yang layak jual.

Langkah 1: Prompting (Seni Meminta)

Jangan prompt seperti Anda membuat wallpaper. Prompt lah dengan tujuan vektor. Gunakan kata kunci ini:

  • flat illustration (ilustrasi datar)
  • vector logo style (gaya logo vektor)
  • minimalist icon (ikon minimalis)
  • line art (seni garis)
  • 2D design
  • isolated on a white background (sangat penting agar mudah di-trace)
  • no shadows (tanpa bayangan)

Contoh Prompt Buruk: Seekor naga realistis di atas gunung, cinematic lighting. (Ini akan menghasilkan foto, sulit di-trace).

Contoh Prompt BAGUS: Ilustrasi vektor flat design seekor naga lucu, ikon logo, sederhana, 3 warna, terisolasi dengan latar belakang putih.

Langkah 2: Konversi/Tracing (Pekerjaan Sebenarnya)

Anda punya gambar .png hasil AI. Sekarang buka Adobe Illustrator atau Affinity Designer. Anda punya dua pilihan:

Metode A: Otomatis (Image Trace) - Cepat Tapi Berantakan

  1. Buka .png Anda di Illustrator.
  2. Klik gambar, lalu buka panel "Image Trace" (Jejak Gambar).
  3. Pilih preset seperti "3 Colors" atau "6 Colors".
  4. Klik "Expand" (Perluas).
  5. Hasil: Anda sekarang punya vektor!
  6. Masalah: Vektornya seringkali sangat "kotor"—penuh dengan ribuan anchor point yang tidak perlu, bentuk yang berantakan, dan jalur yang tidak rapi. Banyak platform akan MENOLAK (Reject) file ini karena "kualitas teknis yang buruk".

Metode B: Manual/Hybrid (Pen Tool) - Profesional & Layak Jual

Ini adalah metode yang saya rekomendasikan. Gunakan AI sebagai referensi atau sketsa dasar.

  1. Tempatkan .png hasil AI di layer bawah di Illustrator/Affinity. Kunci layer tersebut.
  2. Buat layer baru di atasnya.
  3. Gunakan Pen Tool. Jejak ulang (re-trace) gambar AI itu secara manual.
  4. Anda tidak menjiplak mentah-mentah. Anda memperbaiki desain AI itu. Anda membuat garisnya bersih, kurvanya halus, dan warnanya konsisten.
  5. Hasil: Anda mendapatkan file vektor yang 100% bersih, profesional, dan dioptimalkan. Ini adalah karya "hybrid" (AI + Manusia).

Langkah 3: Cleanup & Finalisasi (Sangat Penting!)

Platform microstock sangat benci file yang berantakan.

  1. Hapus Elemen Tersembunyi: Pastikan tidak ada stray point (titik nyasar), layer kosong, atau bentuk tersembunyi.
  2. Sederhanakan Jalur (Simplify Path): Gunakan fungsi Simplify untuk mengurangi anchor point yang tidak perlu.
  3. Gabungkan Bentuk (Unite): Gunakan panel Pathfinder untuk menggabungkan bentuk-bentuk yang seharusnya menyatu.
  4. Pastikan Tidak Ada Raster: Hapus total file .png asli dari dokumen Anda. File akhir harus 100% vektor.

Langkah 4: Simpan & Unggah

  1. Siapkan Pratinjau: Simpan versi .jpg (sekitar 5000px) dari karya Anda. Ini yang akan dilihat pembeli.
  2. Siapkan File Vektor: Simpan sebagai .EPS (pilih versi lama seperti "Illustrator 10 EPS" untuk kompatibilitas maksimum) atau .AI.
  3. Unggah Keduanya: Unggah file .jpg (pratinjau) dan .eps (file utama) ke Adobe Stock/Freepik.
  4. CENTANG KOTAK "AI GENERATED". Saya ulangi: ini wajib!

Bagian 4: Menjual Aset: Tagging & SEO (Minat Anda!)

Menjual aset AI tidak jauh beda dengan menjual aset buatan tangan. Keyword adalah raja.

  • Tag Utama: (Misal: dragon, logo, icon, fantasy, animal).
  • Tag Gaya: (Misal: flat design, vector, illustration, minimalist).
  • Tag Konsep: (Misal: power, mythology, business, startup).
  • Tag AI (Wajib!): Tambahkan generative ai, ai generated, midjourney, dall-e di keyword Anda. Mengapa? Karena banyak pembeli yang secara spesifik mencari (atau ingin menghindari) konten AI. Anda membantu kedua jenis pembeli itu.

Kesimpulan

AI bukan mesin uang otomatis untuk microstock. AI adalah asisten desainer tercepat di dunia.

Nilai jual Anda bukan lagi pada kemampuan menggambar dari nol, tetapi pada keahlian Anda sebagai kurator, editor, dan teknisi vektor. Uang sebenarnya ada di Langkah 2 (Konversi/Tracing) dan Langkah 3 (Cleanup)—pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh desainer manusia yang terampil.


Apakah Anda sudah pernah mencoba menjual aset AI? Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar!

Komentar